All New Honda BR-V Mulai Diekspor, di RI Terjual Segini

0
1104
All New Honda BR-V - dok.Istimewa

Jakarta, Mobilitas – Menteri Perindustrian Agus Gumiwang melepas ekspor All-new Honda BR-V ke sejumlah negara di Kepulauan Karibia, meliputi Barbados, Saint Lucia, Trinidad dan Tobago. Low SUV Honda ini disebut memiliki kandungan lokal 80%.

“Kami Kementerian Perindustrian memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya bahwa untuk produk All-new Honda BR-V yang akan diekspor hari ini telah memiliki komponen lokal sebesar 80%. Sehingga, tidak salah apabila saya menyatakan bahwa mobil yang akan diekspor adalah mobil buatan Indonesia,” papar Menteri Agus, dalam keterangan resmi yang diterima Mobilitas di Jakarta, Rabu (16/3/2022).

Agus berharap melalui ekspor ini, ke depan Indonesia bisa menjadi basis produksi dan basis (hub) ekspor kendaraan bermotor, termasuk kendaraan elektrifikasi. PT Honda Prospect Motor (HPM) mematok, hingga Desember tahun ini, bisa mengirimkan 6.000 unit All New Honda BR-V ke 30 negara di dunia.

Tampilan bagian belakang All New Honda BR-V – dok.Mobilitas

Sementara di pasar dalam negeri Indonesia, penjualan All New Honda BR-V di bulan Januari tahun ini terbilang cukup moncer. Maklum, mobil ini merupakan mobil baru yang diluncurkan di pertama kali di hajatan Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2021.

Dalam keterangan resminya beberapa waktu lalu, HPM megklaim telah berhasil melego All New Honda BR-V sebanyak 1.504 unit selama bulan Januari tahun ini. Bahkan, total pemesanan yang dikantongi mobil ini saat diluncurkan mencapai 2.000 unit.

Sementara, data di Gaikindo yang dinukil Mobilitas, Rabu (16/3/2022) menunjukkan, penjualan model lawas (Honda BR-V) ke diler (wholesales) sejak tahun 2017 hingga 2020 terus merosot tajam alias ambyar. Sedangkan di tahun 2021 sedikit naik dibanding tahun 2020, meski masih sangat jauh bila dibanding tahun 2017, apalagi tahun 2016.

All New Honda BR-V yang dipanerkan di sebuah mall – dok.Mobilitas

Fakta data berbicara, di tahun 2016 mobil ini masih laku terlego ke diler sebanyak 46.160 unit, tetapi di tahun 2017 ambrol menjadi 21.932 unit. Ambrolnya penjualan kian menjadi di tahun 2018 hingga 2020, dimana tahun 2018 hanya 9.143 unit, tahun 2019 sebanyak 4.071 unit, dan tahun 2020 cuma 1.468 unit.

Sementara di tahun 2021 sedikit meningkat, yakni sebanyak 2.764 unit. (Vto/Aa)