Tokyo, Mobilitas – Dalam sesi perdagangan di Bursa Efek Tokyo (TSE) pada Kamis (3/4/2025) harga saham Toyota malah melorot hingga 5,2 persen dengan nominal 2.518 yen per lembar.
Laporan The Japan Times dan laman resmi bursa saham Nasdaq yang dikutip Mobilitas di Jakarta, Jumat (4/4/2025) menyebut loyonya harga saham Toyota Motor itu tidak hanya terjdi di bursa saham Jepang, tetapi juga di Amerika Serikat. Padahal, per 1April 2025 Toyota resmi mengambil alih secara penuh Daihatsu Motor Corporation, setelah sejak tahun 2016 Daihatsu hanya menjadi anak perusahaan.
Dalam pernyataan resmi yang dilnasir The Nippon News, Daihatsu mengatakan keputusan strategis untuk mengalihkan seluruh operasi dan produknya ke dalam merek Toyota. “Ini merupakan bagian dari upaya untuk meningkatkan efisiensi operasional melalui unifikasi merek di bawah naungan Toyota Motor Corporation,” tulis media tersebut mengutip Daihatsu.
Sejumlah analis mengatakan turunnya harga saham tersebut mencerminkan keraguan investor terhadap bisnis Toyota di masa mendatang. “Terlebih di tengah gejolak pasar dan kencangnya isu transisi energi,” ucap analis di TSE, Ishihiro Fukuyama.
Terlebih, setelah dilakukan merger secara total itu, maka semua model kendaraan baru Daihatsu yang sebelumnya menggunakan merek Daihatsu akan beralih menjadi Toyota. Sejalan dengan itu akan dilaakukan proses rebranding dealer, pusat layanan, hingga operasional.
“Tentu itu membutuhkan wktu, biaya, dan energi ekstra,” tandas Fukuyama.
Sementara itu, di Jepang, setelah dalam beberapa tahun terakhir penjualan mobil Daihatsu terus merosot pasca terkuaknya skandal ketidakakuratan data uji keamanan dan keselamatan mobil, kini penjualan merek itu mulai kembali menggeliat. Bahkan di periode Januari – Maret atau kuartal pertama 2025, meroket dibanding periode sama di tahun lalu.
Data Asosiasi Dealer Mobil Jepang (JADA) dan Asosiasi Pabrikan Mobil Jepang (JAMA) yang dikutip Mobilitas di Jakarta, Jumat menunjukkan, total angka penjualan yang diraup Daihatsu selama tiga bulan pertama itu mencapai 132.591 unit, meroket 196 persen dibnading periode sama di tahun 2024.
Hanya, jika di tahun-tahun sebelumnya Daihatsu selalu bertengger di urutan kedua dalam daftar pabrikan dengan penjualan terbanyak, kini hanya bercokol di posisi kelima. Dia berada di belakang Toyota yang melego mobilnya 392.745 unit, Suzuki yang menjual 201.03 unit, Honda 184.055 unit, dan Nissan yang mobilnya laku sebanyak 133.337 unit. (Din/Aa)
Mengawali kiprah di dunia jurnalistik sebagai stringer di sebuah kantor berita asing. Kemudian bergabung dengan media di bawah grup TEMPO Intimedia dan Detik.com. Sejak 2021 bergabung dengan Mobilitas.id