Arab Saudi akan Luncurkan Maskapai Penerbangan Baru

0
1183
Pesawat terbang milik maskapai Suadi Arabian Airlines - dok.Sada El balad Sada El Balad

Riyadh, Mobilitas – Kerajaan Arab Saudi telah mengumumkan akan meluncurkan maskapai penerbangan baru, meski di tengah persaingan pasar penerbangan yang ketat dan banyak maskapai penerbangan dunia yang sekarat akibat dampak pandemi Covid-19.

Dengan maskapai anyar tersebut, negara kaya minyak ini ingin membangun konektivitas ke 250 tujuan penerbangan di dunia.

Seperti dilaporkan Agence France-Presse (AFP) belum lama ini, pernyataan itu diungkap langsung putera mahkota kerajaan, Mohammed bin Salman. Meski, sang pangeran tak menyebutkan kapan persisnya peluncuran maskapai penerbangan kedua itu dilakukan.

Tetapi yang pasti, penambahan maskapai baru ini sejalan dengan rencana pemerintah Arab Saudi untuk menjadikan negaranya sebagai pusat logistik dunia. Maskapai baru ini ini sekaligus juga menjadi tambahan bantuan bagi Saudi Arabian Airlines yang sudah bertahun-tahun terus merugi.

Putera Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman – dok. Middle East Monitor

“Kami bertujuan untuk meningkatkan konektivitas internasional ke 250 tujuan, dan bersamaan dengan peluncuran tambahan maskapai nasional baru, kami bertujuan untuk menggandakan kapasitas kargo udara menjadi lebih dari 4,5 juta ton,” papar Pangeran Mohammed.

Maskapai Saudi Arabian Airlines terus menghadapi gempuran persaingan sengit oleh beberapa maskapai penerbangan milik negara-negara di kawasan teluk. Mereka antara lain Emirates Airline Dubai dan Qatar Airways yang berbasis di Doha.

Berkaitan dengan tambahan maskapai penerbangan ini, pemerintah Arab Saudi juga tengah mempertimbangkan membangun bandar udara baru di ibu kota negara, Riyadh.

Ilustrasi, terminal Bandara Arab Saudi – dok.Al Jazeera

Bandara anyar itu nantinya menjadi pangkalan maskapai anyar sekaligus melayani wisatawan dunia hingga para pebisnis dunia yang melakukan kegiatan berniaga di kawasan.

Arab Saudi saat ini memang gencar melakukan diversifikasi ekonomi untuk mengurangi ketergantungannya terhadap minyak. Lantaran itulah, pemerintah agresif melakukan investasi dengan proyek-proyek ambisius. (Swe/Aa)