Arab Saudi, Negeri Kaya Minyak yang Tertarik Bikin Mobil Listrik

0
224
Mobil listrik Tesla di Arab Saudi - dok.Istimewa via Inside Arabia

Jeddah, Mobilitas – Kerajaan Arab Saudi selama ini dikenal sebagai negara produsen minyak – dengan cadangan minyak terbesar kedua di dunia, dengan total cadangan 297,6 triliun barrel – kini tengah berencana untuk memproduksi mobil listrik sendiri.

Langkah ini bukan semata-mata untuk memasyarakatkan mobil bersumber tenaga dari setrum di dalam negeri, tetapi juga untuk mendapatkan sumber pendapatan lain.

Seperti dilaporkan laman Al Jazeera dan Inside Arabia, belum lama ini, negeri dengan jumlah penduduk 28,7 juta jiwa itu kini sedang melakukan kajian dengan mengundang sejumlah lembaga konsultan untuk mengkaji kelayakan prodyuksi mobil listrik. Salah satu konsultan yang diminta untuk melakukan kajian itu adalah Boston Consulting Group.

“Kami inin melakukan diversifikasi pendapatan dan tidak hanya tergantung kepada minyak semata,” kata Juru Bicara Lembaga Pengelola Dana Kekayaan Negara.

Ilustrasi pengecasan baterai mobil listrik – dok.Istimewa

Sebelumnya, Lembaga Dana Investasi Publik Arab Saudi pada tahun 2018 lalu telah membeli sebagian saham pabrikan mobil listrik kondang Tesla Inc. Hanya sayang, lembaga itu melego saham tersebut ketika nuilainya melonjak, menyusul meningkatnya penjualan produk Tesla di sejumlah wilayah dunia.

Kini, negara dengan sitem pemerintahan monarki absolut itu, tak hanya ingin menikmati keuntungan dari jual-beli saham pabrikan, tetapi langsung memproduksi sendiri mobil listrik. Meski, di tahap awal, Arab Saudi menggandeng Lucid Motors agar memproduksi mobil setrum di negerinya.

Negeri yang merupakan satu-satunya negara Arab yang menjadi anggota G-20 ini, bahkan telah menginvestasikan dana senilai US$ 1 miliar. Petinggi Lembaga Dana Kekayaan Kerajaan – Yasir Al Rumayyan – bahkan disebut telah melakukan pembicaraan dengan bos Lucid Motors untuk berdiskusi tentang kemungkinan mendirikan pabrik di Jeddah.

“Sekarang kami sedang dalam proses melihat peralatan listrik. Berkaitan dengan mobil, ada lebih dari satu proyek yang sedang kami perhatikan, dan proyek tersebut akan dilaksanakan paling lambat tahun ini atau sekitar tahun depan,” kata Yasir saat konferensi pers, Januari lalu.

Kantor Lucid Motors – dok.Istimewa via Market Realist

Sekadar catatan, berdasar data BP Statistical Review of World Energy yang dirilis pada akhir tahun 2020 diketahui cadangan minyak pada tahun 2019 mencapai 1.733,9 triliun barrel. Jumlah ini turun dari tahun sebelumnya yang sebanyak 1.735,9 triliun barrel.

Dari jumlah itu cadangan terbanyak dimiliki oleh Venezuela, dengan jumlah 303,8 triliun barrel. Sedangkan Arab Saudi berada di urutan kedua dengan 297,6 triliun barrel, disusul Kanada yang sebanyak 169,7 triliun barrel. (Din/Arf)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here