Balik Setelah Mudik Lebaran dengan Nyaman? Ikuti Saran Ini

0
1086
Ilustrasi, rest area di jalan tol - dok.Istimewa via FreightWaves

Jakarta, Mobilitas – Kementerian Perhubungan mengimbau para pemudik yang akan kembali ke tempat tinggal setelah berlebaran di kampung asal mereka, untuk memperhatikan beberapa hal agar prosesi balik yang dijalani nyaman dan aman. Salah satunya, memilih waktu yang tepat serta menggunakan tempat istirahat yang tak padat.

Imbauan itu disampaikan Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, dalam keterangan resmi, Selasa (3/5/2022). “Seperti diketahui, puncak arus balik diperkirakan terjadi pada tanggal mengimbau masyarakat untuk kembali lebih awal sebelum puncak arus balik di tanggal 6, 7 dan 8 Mei 2022 nanti,” papar dia.

Dua titik utama yang diprediksi terjadi kepadatan pada arus balik yaitu Tol Semarang-Jakarta dan penyeberangan Bakauheni-Merak. “Sebaiknya balik lebih awal dari punca atus balik atau setelahnya. Yaitu cutinya diperpanjang, sehingga baliknya setelah tanggal 8 Mei 2022,” ujar Budi.

Mengemudi di jalan tol dok.Inf.News

Menteri Budi juga mengimbau agar para pemudik yang balik ke ibu kota itu tak memaksakan diri menggunakan rest area yang telah padat pengunjung. Sebaiknya mereka keluar di pintu keluar terdekat dan beristirahat di rest area yang berada tidak jauh dari pintu tersebut.

“Sejumlah tempat istirahat disiapkan oleh kepolisian atau pemerintah daerah. Mulai dari kantor kecamatan, kelurahan, kantor polisi, dan tempat-tempat lainnya sudah disiapkan sebagai tempat istirahat sementara. Jangan beristirahat di bahu jalan tol karena akan membahayakan diri sendiri dan orang lain,” jelas Budi.

Pernyataan serupa diungkap pengamat transportasi yang juga Ketua Bidang Advokasi Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Djoko Setijowarno. “Parkir di bahu jalan tol sangat berisriko tinggi. Selain bisa menggangu laju arus lalu-lintas bisa membahayakan diri sendiri dan orang,” kata dia saat dihubungi Mobilitas dari Jakarta, Rabu (4/5/2022).

Ilustrasi, arus lalu-lintas di jalan tol – dok.Vox

Menurut Djoko dari pengalaman maupun kasus-kasus kecelakaan yang terjadi pada musim mudik maupun balik di tahun-tahun sebelumnya. Apalagi, lanjut dia, musim arus balik, dimana orang kemungkinan kelelahan akibat kegiatan selama di kampung halaman yang padat juga sangat tinggi.

“Dalam kondisi seperti itu, kemungkinan mengalami microsleep atau terlelap dalam hitungan detik juga tinggi. Dalam kondisi itu, kontrol dan konsentrasi orang terhadap mobil dan sekelilingnya juga hilang sementara. Tentu ini harus dipikirkan,” imbuh Djoko.

Oleh karena itu Djoko menyarankan agar segera beristirahat jika merasakan kantuk mulai mendera. Sebaiknya istirahat di dekat pintu keluar tol seperti yang disarankan pemerintah, agar istirahat yang dilakukan benar-benar efektif dan berkualitas, bisa tidur di tengah waktu istirahat yang singkat. (Fan/Aa)