Baru Diluncurkan Ribuan Toyota bZ4X Di-recall, Ban Rawan Copot

0
2008
Tampilan sudut kiri belakang Toyota bZ4x - dok.Istimewa via Carscoops

Tokyo, Mobilitas – Toyota Motor Corporation (Toyota) akan menarik (recall) 2.700 unit mobil listrik pertamanya yakni Toyota bZ4X di dunia. Pasalnya, baut roda didapati cacat produksi dan menyebabkan ban rawan copot.

Seperti dilaporkan Reuters, Jumat (24/6/2022) dari 2.700 unit Toyota bZ4X itu 2.200 unit di antaranya berada di Eropa. Kemudian 260 unit di Amerika Serikat, 20 unit di Kanada, dan 110 unit di Jepang.

Lembaga Perlindungan dan Keselamatan Berkendara di Jepang mengatakan, permasalahan di SUV listrik Toyota itu diketahui saat mobil digeber dan melibas tikungan kemudian saat dilakukan pengereman mendadak. Usai itu, baut roda kendor yang berpotensi menyebabkan ban terlepas alias copot.

Namun, sejauh ini lembaga itu tidak mendapatkan laporan adanya kecelakaan yang terjadi akibat permasalahan itu. Meski, belum adanya laporan tentang kecelakaan terkait dengan masalah itu hanya di Jepang, sementara di negara lain hingga kini belum diketahui.

Kokpit Toyota bZ4x – dok.Toyota

Data Japan Automobile Manufacturers Association (JAMA) yang dikutip Mobilitas, Jumat (24/6/2022), sepanjang Januari hingga Mei tahun ini pabrikan yang dikomandoi Akio Toyoda (cucu pendiri Toyota) itu membukukan penjualan sebanyak 547.622 unit. Jumlah ini anjlok 17,6 persen dibanding total penjualan yang dibukukannya selama periode sama tahun 2021 lalu.

Namun, di data JAMA tidak ada unit Toyota bZ4X yang terjual selama lima bulan pertama tersebut. Maklum, mobil ini baru diluncurkan di negara itu  pada 12 Mei lalu.

Toyota , seperti dilaporkan Reuters, belum lama ini juga mendapatkan kritikan keras dari Dana Pensiun Eropa yang merupakan salah satu investornya di benua biru tersebut. Dana Pensiun ini mengeritik Toyota yang terkesan “lambat” dalam melangkah ke era mobil listrik murni.

Ilustrasi, mobil listrik murni atau BEV pertama yang diproduksi oleh Toyota, yakni Toyota bZ4X – dok.Japan Forward

Namun, Toyota berkali pula menepis kritikan tersebut. Toyota berdalih, perlunya menawarkan berbagai powertrain agar sesuai dengan pasar dan pelanggan yang berbeda.

Menurut Toyota, mobil hybrid tetap jauh lebih populer di pasar dalam negeri daripada mobil listrik murni.  Walhasil, total penjualan mobil listrik di Jepang hanya 1 persen dari total penjualan mobil penumpang yang terjual. (Din/Aa)