BMW i4 Dites Tabrak Euro NCAP, Hanya Raih Empat Bintang

0
969
Mobil listrik BMW i4 - dok.Bullfrag

Munich, Mobilitas – Mobil listrik BMW i4 mulai diproduksi dan dipasarkan pada Oktober 2021 lalu. Namun, dalam uji tabrak yang digelar oleh Euro NCAP pada Juni tahun 2022 ini, mobil setrum itu hanya meraih empat bintang.

Seperti dilaporkan laman Motor1, belum lama ini, secara umum EuroNCAP mencatat hal positif untuk kompartemen penumpang BMW i4 setelah uji tabrak secara frontal. Sebab, hasil uji itu menunjukkan perlindungan lutut dan tulang paha pengemudi maupun penumpang terbukti baik.

“Terlebih, BMW i4 juga terbukti memberikan tingkat perlindungan yang sama baiknya untuk penumpang dewasa yang duduk di posisi berbeda,” tulis Motor1.

Bahkan, EuroNCAP juga mengatakan bahwa untuk anak-anak usia 6 dan 10 tahun mobil listrik BMW ini juga memberikan perlindungan yang baik dengan meraih poin maksimum saat uji tabrak baik frontal (dari depan) maupun dari samping. Meski begitu, Euro NCAP disebut merasa kurang puas dengan hasil uji tabrak yang hanya meraih empat bintang tersebut, karena sebelumnya memprediksi mobil ini akan meraih lima bintang.

Logo BMW – dok.IMBOLDIN

Sebab, secara umum BMW i4 hanya meraih peringkat 64 persen di kategori Safety Assist dan 71 persen di kategori Vulnerable Road Users. EuroNCAP mengatakan bahwa BMW i4 menggunakan sensor yang sama dengan BMW Seri 3 yang diuji organisasi itu pada tahun 2019 lalu.

Perangkat ini disebut kurang mumpuni. Sehingga, kehilangan beberapa poin penghindaran kecelakaan yang kritis. Mobil listrik BMW i4 yang diuji ini meliputi penggerak semua roda dan belakang (eDrive40 dan M50) dan keduanya mendapatkan peringkat bintang empat.

Kinerja penjualan
BMW Group saat ini diketahui terus memacu diri untuk menjual mobil berteknologi listrik. Maklum, di tengah kondisi seretnya produksi mobil dunia akibat kelangkaan semikonduktor (cips), ternyata penjualan mobil listrik BMW masih moncer.

Data di Asosisi Produsen Mobil Eropa (ACEA) yang dikutip Mobilitas, Minggu (10/7/2022) menunjukkan, sepanjang Januari hingga Juni tahun 2022 ini, mobil listrik baterai (listrik murni) BMW dan MINI yang terjual mencapai 75.891 unit. Jumlah ini meroket 110,3 persen dibanding jumlah penjualan yang diraup pada periode sama tahun 2021.

Interior depan BMW i4 – dok.Istimewa

Dalam keterangan resmi belum lama ini, BMW Group menyatakan targetnya pada tahun 2030 nanti dari total penjualan global seluruh model merupakan mobil listrik. Sementara di tahun 2025, populasi mobil setrum grup ini telah mencapai 2 juta unit di seluruh dunia.

Secara total penjualan BMW Group – yang terdiri dari mobil merek BMW, MINI, serta sepeda motor BMW – selama enam bulan pertama tahun ini hanya 1.160 .443 unit. Jumlah ini anjlok 13,7 persen. Total penjualan mobil BMW 1.061.541 unit ambles 13,7 persen dibanding periode sama tahun lalu.

Mobil listrik MINI SE – dok.Forbes

Merek MINI 140.711 unit merosot 10,9 persen. Sedangkan penjualan sepeda motor BMW 107.555 unit, menciut 0,1 persen dibanding semster pertama tahun 2021. (Din/Aa)