Delapan Bulan di Jepang, Mobil Morris Garage Hanya Laku 5 Unit

0
3300
Ilustrasi, MG HS 2021 - dok.Carsbite

Tokyo, Mobilitas – Japan Automobile Dealers Association (JADA) dan Japan Automobile Importers Association (JAIA) belum lama ini merilis data penjualan mobil di Jepang – baik mobil buatan merek lokal maupun dari impor – sepanjang periode Januari hingga Agustus tahun 2021 ini.

Total penjualan mobil berbagai kategori (baik mobil bermesin mungil alias kei cars maupun yang lebih besar dari 660cc atau reguler) di kurun waktu itu sebanyak 3.161.731 unit.

Merek-merek lokal yakni Toyota, Suzuki, Honda, Daihatsu, Nissan Mazda, Subaru, Mitsubishi menguasai daftar 10 besar merek terlaris di rentang dalam bulan pertama itu. Namun, sejumlah mobil merek asal asing atau impor terlihat juga cukup marak penjualannya.

Logo Toyota – dok.Car Brands

Fakta data berbicara, pada periode itu Mercedes-Benz menjadi mobil asal impor terlaris di Jepang. Merek asal Jerman ini terjual sebanyak 35.508 unit.

Kedua, BMW dengan penjualan sebanyak 23.891 unit. Lalu, disusul Volkswagen yang laku sebanyak 23.367 unit.

Pada urutan keempat terdapat Audi yang telah berhasil melego sebanyak 16.497 unit. Di posisi kelima terdapat mobil asal Inggris – MINI – dengan total penjualan sebanyak 12.048 unit.

Di posisi belakangnya bercokol merek asal Swedia – Volvo – setelah mengantongi angka penjualan sebanyak 10.927 unit. Dia disusul merek asal Amerika Serikat, Jeep, yang berhasil mengoleksi angka penjualan sebanyak 9.358 unit.

Proses produksi mobil Mercedes-Benz – dok.Youtube

MG Motor merana
Sementara, merek asal Inggris yang kini dimiliki oleh pabrikan asal Cina – SAIC Motor Corporation Limited – sehingga disebut sebagai mobil asal Cina, yakni Morris Garage (MG) di kurun waktu Januari hingga Agustus itu hanya laku 5 unit. Jumlah penjualan ini ambrol 54,5% dibanding jumlah penjualan yang berhasil diraup selama periode sama tahun 2020.

Data JADA dan JAIA membeberkan dari total penjualan selama delapan bulan yang sebanyak 5 unit itu, 2 unit di antaranya dibukukan pada bulan Agustus. Dengan demikian, pangsa pasar yang berhasil digenggamnya baru 0,00%.

MG Motor di Asia – khususnya di Asia Tenggara – tercatat sebagai merek pendatang baru yang terus aktif menggempur pasar. Di kawasan ini, SAIC Motor (pemilik MG) menjalin kongsi dengan Charoen Pokphand – salah satu konglomerat Thailan – mendirikan pabrik dan berproduksi di Negeri Gajah Putih itu.

MG HS vang dijajakan di Indonesia – dok.Istimewa

Sedangkan di Indonesia, data yang dihimpun Mobilitas dari laporan ke Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) diketahui penjualan ritel (ke konsumen) mobil MG di Indonesia sepanjang Januari hingga Juni sebanyak 547 unit. Dengan penjualan sebanyak ini maka pangsa pasar yang berhasil dicuilnya kurang dari 0,1%).

Sedangkan sepanjang tahun 2020 – merek yang memulai kiprahnya di Indonesia itu – terjual ke konsumen hanya sebanyak 313 unit. (Din/Aa)