Bisnis

Ekonomi Eropa dan Amerika Kusut, Penjualan Ferrari Januari – Februari Susut

×

Ekonomi Eropa dan Amerika Kusut, Penjualan Ferrari Januari – Februari Susut

Share this article
Logo Ferrari - dok.F1

Jakarta, Mobilitas – Kemerosotan penjualan terparah mobil super berlambang kuda jingkrak itu terjadi di Inggris, Jerman, dan Amerika Serikat.

Laporan laman ItalPassion yang dikutip Mobilitas di Jakarta, Jumat (28/3/2025) menyebut data penjualan internal Ferrari SpA menunjukkan sepanjang dua bulan pertama 2025 itu hanya 1.106 unit mobil Ferrari yang terjual. Jumlah tersebut merosot dibanding penjualan selama periode sama di tahun lalu, yang mencapai 1.318 unit.

“Penurunan penjualan di Inggris merupakan yang terbesar yakni mencapai 32 persen. Kemudian di Jerman turun 20 persen dan di Amerika Serikat melorot 16 persen,” bunyi keterangan data itu.

Sejumlah analis mengatakan kusutnya perekonomian di tiga negara itu menjadikan permintaan Ferrari ikut menyusut.

Ferrari 296 GT Hybrid – dok.Ferrari

“Banyak orang bersikap pesimistis terhadap prospek ekonomi. Orang lebih suka menyimpan uangnya ketimbang belanja barang mewah, termasuk mobil super,” kata analis di Bursa Saham Nasdaq, New York, Amerika Serikat, Chris Cavill seperti dikutip The Financial.

Cavill menyitir data Kantor Statistik Federal Jerman menyebut produksi domestik bruto (PDB) negara itu menurun 0,2 persen pada 2024. Padahal di tahun 2023, PDB Jerman sudah terkontraksi 0,3 persen.

Sementara di Inggris, Bank of England memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi 2025 menjadi 0,75%, atau setengah dari perkiraan sebelumnya. Adapun untuk Amerika Serikat, lembaga pemeringkat Moody’s menyebutkan kesehatan fiskal AS semakin memburuk sejak masa akhir pemerintahan Joe Biden terus berlanjut. (Din/Aa)

Mengawali kiprah di dunia jurnalistik sebagai stringer di sebuah kantor berita asing. Kemudian bergabung dengan media di bawah grup TEMPO Intimedia dan Detik.com. Sejak 2021 bergabung dengan Mobilitas.id