Ini 10 Produsen Baterai Listrik Penguasa Dunia

0
1325
Ilustrasi baterai mobil listrik - dok.CAR Magazine

Seoul, Mobilitas – Produksi dan penggunaan mobil listrik di dunia di tahun 2021 ini tercatat meningkat dibanding tahun lalu, sehingga permintaan baterai pun melonjak. Seiring dengan tren itu persaingan produsen baterai – khususnya dari Cina dengan Korea – untuk menjadi semakin sengit.

Hasil penelitian SNE Research yang dirilis Minggu (5/12/2021 dan dilansir laman Korea Business dan Korea Economic Daily, Senin (6/12/2021) menunjukkan di rentang Januari – Oktober lalu total penggunaan baterai listrik yang terdaftar di 80 negara mencapai 216,2 GWh. Jumlah itu meningkat 116,1% dari tahun sebelumnya,

“Selama bulan Oktober saja penggunaan baterai listrik. global mencapai 26,2GWh. Jumlah ini naik 70,0% dari bulan yang sama pada tahun sebelumnya.Terlepas dari kejadian meningkatnya kembali penularan Cov-19, pasar baterai listrik ternyata terus tumbuh selama 16 bulan berturut-turut,” jelas SNE Research.

Booth CATL di sebuah pameran – dok.Istimewa

Sebelumnya data dari China Association of Automobile Manufacturers (CAAM) yang dikutip laman China Daily dan Asia Business, Selasa (30/11/2021) menunjukkan total produksi mobil listrik di dunia selama Januari hingga Oktober tahun ini mencapai 2,57 juta unit. “Jumlah ini naik 133,2% dibanding produksi selama periode sama di tahun lalu,” sebut asosiasi itu.

Sementara data China Automotive Battery Innovation Alliance (CABIA) mencatat produksi baterai untuk NEV di sepuluh bulan tahun ini mencapai 159,8 gigawatt-jam.

”Artinya jumlah baterai yang dibuat melonjak hingga 250% dibanding kurun waktu yang sama di 2020. Dan jumlah baterai yang dipasang di NEV telah mencapai 107,5 GWh, naik 168,1%, dari tahun-ke-tahun,” sebut CABIA.

Baterai listrik buatan SK Innovation – dok.InsideEVs

Jor-joran produsen baterai mobil listrik dari Cina dan Korea untuk memasok produknya ke produsen mobil setrum pun tak terelakan. Mulai dari bersaing untuk menggaet pabrikan mobil untuk menerima pasokan produknya terjadi di berbagai belahan dunia.

Hasilnya, dalam hal pertumbuhan penjualan, pabrikan asal Cina membukukan peningkatan yang luar biasa. SVOLT tumbuh 890,2% dari tahun ke tahun, BYD dengan pertumbuhan 196C,2%, CATL dengan 188,0%, CALB dengan 178,2%, dan dengan Guoxuan 176,9%.

“Pertumbuhan penjualan juga dicatatkan oleh perusahaan asal Korea. Sehingga tahun ini terlihat persaingan paling ketat terjadi antara pabrikan Cina dan Korea,” jelas SNE Research.

Baterai ion lithium yang dipasang pada mobil – dok.Circuit Digest

SK Innovation tercatat sebagai pabrikan baterai Korea dengan tingkat pertumbuhan terbesar yakni 120,2% pada Januari – Oktober tahun ini dibanding periode sama tahun lalu. Dia disusul LG Energy Solution dan Samsung SDI yang masing-masing membukukan pertumbuhan 99,4% dan 63,6%.

Sedangkan untuk total penjualan baterai terbanyak di dunia sepanjang Januari – Oktober, posisinya sebagai berikut:
CATL (Cina): 67,5 GWh (pangsa pasar 31,2%).
LG Energy Solution (Korea): 45,8 GWh (21,2%)
Panasonic (Jepang): 28,5 GWh (13,2%).
BYD (Cina): 18,4 GWh (8,5%)
SK Innovation (Korea): 2,6GWh (5,8%)
Samsung SDI (Korea): 10,0GWh (4,6 %)
CALB (Cina): 6,0GWh (2,8 %)
Guoxuan (Cina): 4,6GWh (2,1%)
AESC (Cina): 3,2GWh (1,5%)
SVOLT (Cina) 2,1GWh (1,0%)
Sumber: SNE Research, 2021. (Vto/Aa)