Sidney, Mobilitas – Australia yang berpenduduk 27,20 juta jiwa itu merupakan pasar ekspor mobil yang menarik, karena sejak tahun 2017 pemerintah negara itu menghentikan produksi mobil lokal.
Sehingga untuk memenuhi permintaan mobil warganya, pemerintah mengizinkan impor mobil secra utuh (CBU) dari berbagai negara baik dari Asia, Eropa, dan Amerika Serikat. Potensi pasar mobil di negara yang berdekatan dengan Indonesia ini juga menjanjikan.
Sebab Negeri Kanguru itu – berdasar hasil survei Lembaga Kerjasama Ekonomi dan Sosial Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) – diketahui, pada thun 2024 kemarin memiliki Produk Domestik Brutto (PDB) per kapita sebesar US$ 62.077 dan PDB nasional mencapai US$ 1.745 miliar.
Selain itu, di Australia juga banyak warga negara asing untuk tinggal, baik untuk bekerja, bersekolah, hingga menjadi pegawai kedutaan. Seiring dengan hal itu permintaan mobil di negara itu juga terus meningkat, setidaknya dalam tiga tahun terakhir, dimana jumlah mobil yang terjual terus bertambah.
Data Kamar Dagang Industri Otomotif Federal (FCAI) Australia yang dikutip Mobilitas di Jakarta, Jumat (7/2/2025) menunjukkan sepanjang 2022, sebanyak 1.081.429 mobil terjual di negr itu. Jumlah itu naik 3 persen dibanding thun 2021.
Kemudian di tahun 2023, jumlah mobil yang terlego mencapai 1.216.780 unit, naik 12,5 persen dibanding tahun 2022. Sementara di tahun 2024, ynag yang terjual sebanyak 1.237.287 unit, naik 1,7 persen dari penjualan di tahun 2023.
Adapun di tahun 2025 ini, fakta data memperlihatkan selama bulan Januari sebanyak 87.625 mobil terjual di negara tersebut. Jumlah itu menyusut 2,4 persen dibanding penjualan yang tercetak pada bulan yang sama di tahun 2024.
Selama bulan itu ada lima mobil yang paling laku, mereka adalah:
Toyota RAV4 : 5.076
Ford Ranger : 4.254 unit
Toyota Hilux : 3.302 unit
Toyota Prado : 2.847 unit
Mitsubishi Outlander : 2.090 unit
Sumber : FCAI, 2024. (Din/Aa)
Mengawali kiprah di dunia jurnalistik sebagai stringer di sebuah kantor berita asing. Kemudian bergabung dengan media di bawah grup TEMPO Intimedia dan Detik.com. Sejak 2021 bergabung dengan Mobilitas.id