Bisnis

Januari – Oktober 2024, Truk Fuso yang Terjual di Indonesia Capai 22.415 Unit

×

Januari – Oktober 2024, Truk Fuso yang Terjual di Indonesia Capai 22.415 Unit

Share this article
Ilustrasi, truk Fuso - dok.KTB

Jakarta, Mobilitas – Fakta data memperlihatkan antara jumlah kendaraan Fuso yang terjual dari pabrik ke dealer (wholesales) dan yang terjual dari dealer ke konsumen (penjualan ritel) selama periode Januari – Oktober 2024, selisihnya tidak terlalu jauh.

Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) yang dikutip Mobilitas di Jakarta, Jumat (15/11/2024) menunjukkan selama periode sepuluh bulan pertama 2024 itu, total wholesales kendaraan Fuso yang dipasarkan PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (PT KTB) sebanyak 22.494 unit. Sementara penjualan ritelnya 22.415 unit, artinya selisih antara jumlah wholesales dengan penjualan ritel di Januari – Oktober 2024 itu hanya 79 unit saja.

Fakta tersebut memembuktikan bahwa masa tunggu truk Fuso di dealer untuk diboyong atau dibeli konsumen tidak lama. Dengan kata lain, minat konsumen – yang merupakan para pelaku usaha maupun lembaga non bisnis baik swasta maupun pemerintah – terhadap kendaraan Mitsubishi Fuso sangat tinggi.

Truk Mitsubishi Fuso Fighter-X Super Long Trip, berjenis Medium Duty Truck dengan tangki bahan bakar ganda berkapasitas 400 liter – dok.Mobilitas

“Ini membuktikan bahwa kendaraan sangat diminati konsumen. Sehingga arus pasokan ke dealer dan manajemen stok berlangsung lancar,” ungkap General Manager Business Communication PT KTB, Totok Sudaryanto, saat dihubungi Mobilitas di Jakarta, Jumat (15/11/2024).

Totok menyebut sejumlah daerah atau wilayah yang selama sepuluh bulan pertama 2024 itu menyerap terbanyak produk Mitsubishi Fuso. Mereka adalah wilayah Jabodetabek (Jakarta – Bogor – Depok – Tangerang – Bekasi), Kalimantan, Sumatera Utara, Jawa Timur dan Bali.

“Kemudian Jawa Barat, Indonesia Bagian Timur, Sumatera Selatan, dan Jawa Tengah,” jelas Totok. (Anp/Aa)

Mengawali kiprah di dunia jurnalistik sebagai stringer di sebuah kantor berita asing. Kemudian bergabung dengan media di bawah grup TEMPO Intimedia dan Detik.com. Sejak 2021 bergabung dengan Mobilitas.id