Konsumen Tunggu Kepastian PPnBM, Penjualan Mobil di Januari Ambles

0
1157
Ilustrasi, mobil di jalanan- dok.Istimewa via The Conversation

Jakarta, Mobilitas – Sepanjang bulan Januari tahun ini total penjualan kendaraan bermotor roda empat atau lebih berbagai jenis dan kategori (mobil) ke diler (wholesales) tercatat masih meningkat. Namun, penjualan riil ke konsumen (ritel) ternyata ambles alias melempem.

Data yang dihimpun Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukkan, di bulan pertama tersebut total wholesales yang dikantongi industri mobil nasional hanya 84.062 unit. Jumlah ini menanjak 58,88% dibanding wholesales selama bulan yang sama tahun 2021 yang sebanyak 52.909 unit.

“Meskipun dibanding bulan Desember 2021 atau bulan sebelumnya, wholesales di Januari tahun ini menurun sekitar 13,04%,” papar Ketua I Gaikindo, Jongkie Sugiarto saat dihubungi Mobilitas di Jakarta, Selasa (15/2/2022).

Nissan Livina salah- dok.Istimewa satu mobil yang saat ini berhak atas fasilitas diskon PPnBM 100% sjak Maret – Desember 2021 lalu – dok.Istimewa

Sementara, penjualan ritel di bulan kesatu itu, tercatat mencapai 78.568 unit. Jumlah ini ambles alias melepem hingga 22,56% dibanding penjualan ritel selama bulan Desember 2021yang sebanyak 101.468 unit, meski naik 45,50% dibanding Januari 2021 yang sebanyak 53.997 unit.

Ihwal penyusutan penjualan ritel tersebut, Jongkie menyebut karena faktor pertimbangan masyarakat yang menunggu kepastian kelanjutan insentif diskon tarif Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) dari pemerintah. Sebab, kebijakan relaksasi pajak yang diberikan sejak Maret 2021 itu tekah resmi berakhir pada 31 Desember 2021.

“Sementara, di media-media maupun saluran informasi lainnya masih ramai disebut ada wacana dari pemerintah untuk melanjutkan kebijakan itu. Tetapi, itu belum pasti sampai menjelang akhir bulan Januari. Jadi, masyarakat menunggu. Ya itu bisa dimaklumi, karena kebijakan pemerintah kan memang butuh waktu pengkajian berbagai aspeknya,” papar mantan Presiden Direktur Hyundai Mobil Indonesia itu.

Mobil Suzuki All New Ertiga juga diekspor ke Vietnam – dok.Istimewa

Kepastian diskon PPnBM
Sikap sebagian masyarakat yang seperti itu berdampak cukup signifikan ke penjualan ritel, karena ternyata konsumen yang bersikap demikian merupakan calon pembeli di segmen pasar yang terbesar. Terlebih segmen itu merupakan segmen yang dihuni oleh mobil-mobil yang sebelumnya mendapatkan insentif diskon PPnBM.

“Segmen yang terbesar di pasar kita, itu mobil dengan harga Rp 250 juta ke bawah yang sebelumnya berhak atas insentif itu (diskon PPnBM). Nah, ketika kebijakan berakhir banyak dari pembeli potensialnya yang menunggu kepastian, lanjut enggak itu kebijakan. Jadi begitu,” tandas Jongkie.

Ilustrasi, pajak mobil – dok. Istimewa via The Motley Fool

Saat ini, lanjut Jongkie, kepastian kelanjutan diskon PPnBM telah dipastikan meski dengan pendekatan yang berbeda. Kendati membawa angin segar, namun tantangan yang dihadapi pasar di Tanah Air juga masih cukup besar karena pandemi Covid-19 belum berakhir.

“Ya, tentu kekhawatoran akibat dampak itu (pandemi) masih besar. Tetapi kita juga optimis, pemerintah akan bisa mengelola dengan baik penanganan pandemi tersebut, sehingga target penjualan (yang dipatok Gaikindo) sebanyak 900.000 unit bisa tercapai,” imbuh Jongkie. (Fan/Aa)