Memanasi Mobil Bermesin Injeksi, Cukup Semenit Saja

0
449
Ilustrasi, mesin mobil Toyota dengan teknologi injeksi VVT-i - dok.TAM

Tangerang, Mobilitas – Kebiasaan pemilik mobil yang berlangsung secara turun temurun hingga kini adalah memanasi mesin kendaraannya hingga waktu yang cukup lama, meski mobil mereka telah bermesin dengan teknologi injeksi sekali pun. Padahal, cara seperti itu tidak tepat atau bahkan menimbulkan pemborosan dan mudharat.

“Memanaskan mesin mobil yang sudah berteknologi injeksi atau menggunakan injektor untuk pengasupan bahan bakar ke ruang bakar adalah cara yang sia-sia. Karena, sebenarnya mobil bermesin dengan teknologi injeksi itu tidak membutuhkan pemanasan,” ujar Service Advisor Oto Mekanika, Cikokol, Tangerang, Wahyudin, saat ditemui di Tangerang, Selasa (11/5/2021) lalu.

Menurut pria yang akrab disapa dengan Udin itu, mobil-mobil modern telah dilengkapi Electronic Control Unit (ECU). Peranti ini merupakan sirkuit utama di mobil yang berperan sebagai komputer mobil dan sekaligus sebagai central controller serangkain sistem atau komponen secara elektronis dan menggantikan sistem mekanis.

Ilustrasi, mesin mobil Daihatsu dengan teknologi injeksi atau EFI – dok.Istimewa

Di antara fungsi ECU yang berkaitan dengan mesin adalah mengatur pembukaan dan volume bensin pada injektor, mengatur waktu penyalaan busi sesuai kondisi mesin, mengatur timming pembukaan katup sesuai kondisi mesin, dan mengatur kinerja kipas pendingin mesin. Selain itu, mengatur identifikasi kunci mobil, dan menghidupkan alarm mobil saat ada gangguan.

“Jadi, dengan pengaturan oleh ECU itu, maka kebutuhan bahan bakar untuk proses pembakaran di ruang bakar mesin, telah secara tepat dan akurat diatur oleh Electronic Control Unit (ECU). Bahkan ketika kita mengaktifkan mesin, karenanya proses pemanasan untuk mendapatkan suhu optimal kerja mesin tidak perlu waktu lama. Cukup satu menit saja, sudah optimal. Itulah canggihnya teknologi mesin sekarang ini, dengan ECU sebagai instrumen pentingnya,” papar Udin.

Ilustrasi, ECU mobil – dok.Istimewa

Oleh karena itu, memanasi mesin mobil berteknologi injeksi dalam waktu lama, selain membuang-buang bahan bakar juga mengakibatkan dampak negarif alias mudharat. Terlebih jika proses pemanasan mobil itu dilakukan di ruang tertutup seperti garasi rumah atau ruang parkir bawah tanah (basement) gedung perkantoran atau mal.

Sebab, selama pemanasan mesin berlangsung maka emisi gas buang – terutama karbon dioksida (CO2) dan senyawa kimia lainnya – berhamburan ke ruangan. Jika terhirup oleh orang-orang yang berada di ruangan itu, akan menjadi racun bagi tubuh.

Ekmisi gas buang mobil – dok.European Union

Selain itu, ketika mesin dipanasi dan mobil dalam kondisi idle, ada kemungkinan asap masuk ke ruang kabin. “Dan ketika mobil digunakan dalam kondsi kaca tertutup dan AC aktif, maka racun-racun itu akan semakin mudah terserap oleh orang-orang yang berada di dalam mobil. Jadi bahaya kan?,” imbuh Udin. (Din/Aa)