Mobil Cina vs Korea di RI hingga Saat Ini, Hasilnya Begini

0
1291
SUV Kia Sonet saat dipamerkan di GIIAS 2021 - dok.Mobilitas.id

Jakarta, Mobilitas – Penjualan mobil – yang meliputi kendaraan bermotor roda empat atau lebih mulai dari city car, pikap, bus hingga truk kategori berat – di Indonesia sepanjang sepuluh bulan pertama atau dari Januari hingga Januari – Oktober tahun ini moncer. Baik penjualan ke diler (wholesales) maupun ke konsumen langsung (ritel) mencatatkan peningkatan.

Data yang dihimpun Mobilitas dari laporan penjualan kepada Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukkan wholesales di bulan kesepuluh itu sebanyak 75.544 unit. Jumlah itu meningkat 54,1% dibanding penjualan selama bulan Oktober tahun 2020.

Dengan tambahan penjualan selama Oktober itu, maka total kumulatif whosales selama Januari – Oktober tahun ini mencapai 703.089 unit. Jumlah ini melonjak 67% dibanding total wholesales selama kurun waktu yang sama di tahun lalu.

Wuling Almaz RS, salah satu mobil Wuling yang dijual di Indonesia – dok.Istimewa

Sementara penjualan ritel yang berhasil dibukukan industri kendaraan bermotor roda empat atau lebih selama Oktober tahun ini mencapai 76.988 unit atau melonjak hingga 67% dibanding bulan yang sama pada tahun lalu. Walhasil, penjualan ini membuat kumulatif penjualan ritel selama sepuluh bulan pertama mencapai 677.333 unit alias naik 49,3% dari tahun ke tahun.

“Penanganan pandemi Covid-19 yang terkendali oleh pemerintah, membaiknya ekonomi, ditambah kebijakan relaksasi pajak dalam wujud diskon PPnBM (Pajak Penjualan atas Barang Mewah) menjadi faktor pendorong naiknya penjualan,” Ketua I Gaikindo,Jongkie Sugiarto saat dihubungi Mobilitas di Jakarta, Rabu (24/11/2021).

Merek-merek asal Jepang masih mendominasi penjualan baik wholesales maupun ritel. Mereka mencengkeram setiap jengkal pangsa pasar baik di segmen kendaraan penumpang maupun komersial.

Peluncuran Hyundai New Santa Fe di Indonesia – dok.Istimewa

Namun fakta yang lebih menarik untuk dicermati adalah sepak terjang merek asal Cina dan Korea. Merek asal Cina – khususnya Wuling dan Morris Garage (merek asal Inggris yang kini telah dibeli pabrikan Cina, SAIC Motor Corp.Ltd – kini terlihat semakin agresif

Langkah serupa ditempuh pabrikan asal Korea Hyundai Motor yang kini telah memiliki pabrik di Indonesia. Sedangkan Kia – yang kini berada di bawah Grup Indomobil – meski tak memiliki pabrik seperti Hyundai, namun terus bergerilya dengan menambah portofolio ragam model yang disodorkan kepada konsumen Indonesia.

Hasilnya, hingga Oktober kemarin Wuling tercatat masih menjadi merek dari Asia non Jepang yang terlaris. Dia berhasil mengantongi angka penjualan ritel sebanyak 17.984 unit dengan pangsa pasar 2,7%.

SUV DFSK Glory 560 – dok.DFSK Indonesia

Urutan kedua ditempati Kia yang berhasil melego (ritel) sebanyak 2.498 unit (0,4%) dan Hyundai bertengger di tempat ketiga setelah mobilnya laku 2.427 unit. Sedangkan MG Motor di urutan keempat dengan penjualan ritel 907 unit (0,1%). (Din/Aa)