London, Mobilitas – Produsen mobil merek MINI, British Motor Corporation (BMC) menyatakan sepanjang tahun 2023 lalu penjualan mobil buatannya meningkat, termasuk mobil listrik.
Data laporan kinerja tahunan BMC yang dikutip Mobilitas di Jakarta, Sabtu (3/2/2024) menunjukkan selama tahun 2023 itu, jumlah mobil MINI yang terlego mencapai 295.474 unit. Jumlah ini diklaim meningkat 0,9 persen dibanding jumlah penjualan yang dibukukannya sepanjang tahun 2022.
“Peningkatan penjualan juga dibukukan oleh model full listrik atau mobil listrik baterai (BEV) MINI yang terjual sebanyak 45.261 unit. Jumlah penjualan BEV ini meningkat 3,5 persen dibanding total penjualan selama 2022,” bunyi keterangan pabrikan yang kini telah diambil alih BMW itu.
Total penjualan mobil setrum MINI itu setara dengan 15 persen dari total angka penjualan yang tercetak sepanjang tahun 2023. MINI mengaku optimis di tahun 2024, jumlah mobil setrum buatannya akan semakin banyak terlego.

“Mobil listrik MINI Cooper SE merupakan mobil listrik yang terlaris di jajaran model bersumber tenaga listrik di merek kami,” tandas MINI.
Sementara itu, Direktur Riset Lembaga Konsultan Pemasaran Jardin Co Inggris, Richard Wallace, menyebut saat ini kembali tumbuh minat dari kalangan usia muda mapan di berbagai negara yang meminati mobil MINI. Terlebih, ketika pabrikan ini menawarkan model bersumber tenaga dari listrik.
“Dengan kesadaran terhadap kelangsungan ekologi yang bersih, serta tumbuhnya cita rasa seni banyak kalangan usia muda di dunia yang memilih mobil MINI. Mereka adalah kelompok konsumen usia muda mapan yang memiliki pengetahuan tentang seni, dan mobil MINI memang diposisikan bukan sekadar produk alat transportasi, melainkan juga sebuah produk karya seni,” papar Richard. (Din/Aa)
Mengawali kiprah di dunia jurnalistik sebagai stringer di sebuah kantor berita asing. Kemudian bergabung dengan media di bawah grup TEMPO Intimedia dan Detik.com. Sejak 2021 bergabung dengan Mobilitas.id