Ngirit, Mitsubishi akan Berhenti Kembangkan Platform Mobil Sendiri

0
1670
Mobil penumpang Mitsubishi untuk pasar Jepang - dok.Mitsubishi Motors

Tokyo, Mobilitas – Mitsubishi Motors dikabarkan berencana berhenti mengembangkan platform mobil sendiri untuk model-model yang akan dijual di pasar domestik Jepang. Sedangkan di luar Jepang – khususnya Asia Tenggara, yang kini menjadi pasar inti dari produknya – Mitsubishi akan melakukan pengurangan jumlah platform yang dikembangkam.

Seperti dilaporkan Nikkei – yang mengutip berbagai sumber dalam studinya – dan dirilis, dan dikutip The Asian Business, Senin (13/9/2021), sebagai gantinya merek berlambang Tiga Berlian itu akan mengggunakan platform-platform yang dimembangkan oleh Nissan. Maklum, keduanya merupakan sekutu di dalam aliansi bersama merek asal Prancis, Renault.

Kabarnya, sebut Nikkei, kerjasama pengembangan platform yang intensif antar dua merek Jepang ini dimulai sekitar tahun 2026 nanti. Menurut studi Nikkei, indikasi terbaru ini merupakan penyelarasan dalam industri yang membutuhkan investasi teknologi besar dalam menghadapi persaingan dan perkembangan industri di masa depan.

Ilustrasi, aliansi antara Renault dengan Nissan dan Mitsubishi – dok.Autoinfo.th

Dengan cara seperti itu, Mitsubishi berharap dapat mengalihkan investasi penelitian dan pengembangan yang kini dimilikinya ke kendaraan listrik dan teknologi baru lainnya. Maklum, platform mobil yang merupakan komponen dasar mobil, mulai dari mesin, interior dan eksterior pengembangannya membutuhkan biaya puluhan miliar yen, atau sekitar setengah dari biaya pengembangan sebuah mobil baru.

Hingga bulan Maret tahun ini Mitsubishi Motors diketahui memiliki delapan platform mobil. Namun, pabrikan ini tampaknya akan menguranginya menjadi empat platform saja pada Maret 2026 nanti.

“Dia berharap dapat mengembangkan dua sendiri untuk Asia Tenggara, yang merupakan pasar intinya,” tulis Nikkei.

Ilustrasi, Mitsubishi Pajero Sport Dakar 4×2 Rockford Fosgate Edition – dok.Istimewa

Sedangkan dua platform lainnya akan dikembangkan bersama dengan Nissan Motor Company Seperti diketahui pada tahun 2019, kedua pabrikan ini telah berbagi 40% dari platform mereka; dan kini mereka terus mencari cara untuk bekerja lebih erat bersama-sama untuk pengembangan platform bersama dengan biaya yang lebih efisien dan lebih efektif.

Merek pertama
Dengan langkah ini, Mitsubishi akan menjadi produsen mobil pertama di Jepang yang menghentikan pengembangan platform untuk mobil penumpang yang dijual di pasar domestik Jepang. Meski, pabrikan akan terus mengembangkan interior, eksterior, dan perangkat penggerak mobil.

Mitsubishi Motors tercatat memang telah menderita kerugian selama dua tahun fiskal terakhir, yakni tahun fiskal 2019/2020 dan tahun fiskal 2020/2021. Bahkan, Mitsubishi juga telah menghentikan produksi model yang tidak menguntungkan, termasuk sedan pada tahun 2016 dan menghentikan propduksi dan penjualan SUV Pajero pada Juli tahun ini.

Mitsubishi Pajero Final Edition. Model terakhir SUV Mitsubishi Pajero sebelum produkisnya dihentikan pada Juli lalu – dok.Istimewa

Sekadar catatan, di tahun fiskal 2021/2022 yang akan berakhir Maret 2022 nanti, anggaran R&D yang dipatok Mitsubishi mencapai sebesar 99 miliar yen. Nili anggaran ini merosot 30% lebih dibanding angggaran yang sama di tahun fiskal 2019/2020. Meski, anggaran tersebut diperkirakan akan tetap berada di kisaran 100 miliar yen.

Sementara, dalam hal penjualan produk di pasar domestik Jepang pada periode Januari hingga Agustus tahun ini, data yang dirilis Japan Automobile Dealers Asssociation (JADA) menunjukkan, Mitsubishi tertinggal jauh oleh Nissan. Total penjualan yang dibukukan Nissan mencapai 315.647 unit dan bertenggger di uritan kelima dalam 10 besar merek dengan penjualan terbanyak.

Ilustrasi, Mitsubishi Motors di Jepang – dok.Wall Street Journal

Adapun Mitsubishi bercokol di urutan kedelapan dengan total penjualan 54.319 unit. Pada periode delapan bulan pertama ini, total penjualan mobil di Jepang – berbagai kategori dan jenis – mencapai 3.161.731 unit. (Vto/Aa)