Pabrikan Cina Cherry Bakal Kembali ke RI, akan Bikin R&D

0
2710
Ilustrasi, SUV Cherry Tiggo 8 - dok.Istimewa via 1cars.org

Jakarta, Mobilitas – Pabrikan mobil asal Wuhu, Anhui, Republik Rakyat Cina (Cina) – Cherry Automobile Company (Cherry) – pernah berkiprah menjajal peruntungan di pasar mobil Indonesia 2006 – 2016, namun gagal – dikabarkan bakal kembali ke Tanah Air. Tetapi, berbeda dengan tahun-tahun lalu, kini pabrikan itu akan berinvestasi untuk produksi.

Sejatinya, kabar rencana baliknya Cherry ke Indonesia sudah lama terdengar, sejak Mei tahun ini. Dalam sebuah postingan di akun Instagram @cherymotorsindonesia disebut pabrikan itu bakal kembali hadir di pasar Indonesia.

“Chery berkomitmen untuk menghadirkan teknologi yang canggih dan pengalaman berkendara bagi pengguna Indonesia,” demikian bunyi postingan tersebut.

Bahkan, postingan paling anyar di akun instagram itu terlihat pada Kamis (12/8/2021). “An international professional R&D team is the foundation of technology-innovation. In the future,we also plan to set up an Indonesia R&D team to cover all ASEAN market,” demikian bunyi postingan yang diunggah pada pukul 08:00 WIB itu.

Logo Cherry – dok.Automacha

Salah seorang pengurus Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) yang dihubungi Mobilitas, di Jakarta, Jumat (23/8/2021) mengaku tidak tahu persis tentang apa saja yang bakal dilakukan Cherry Automobile terkiat rencana investasinya di Indonesia.

“Tetapi, yang pasti, memang ada pengajuan permohonan yang mengatasnamakan Cherry Automobile untuk kembali menjadi anggota Gaikindo,” kata dia.

Menurut dia, pabrikan-pabrikan mobil asal Cina saat ini memang sangat agresif untuk melakukan perluasan pasar. Faktor harga – selain keunggulan teknologi dan desain – merupakan aspek yang sangat diperhatikan karena sangat penting memacu daya saing.

SUV Cherry Tiggo 8 dilihat dari atas – dok.Istimewa

“Karena itu berproduksi dengan mendekati pasar adalah jurus yang dianggap tepat. Kemungkinan, kalau kabar rencana investasi itu benar, Indonesia akan menjadi basis produksi. Soal apa pertimbangan soal keuntungan menjadikan Indonesia sebagai basis produksi untuk pasar di Asia Tenggara atau wilayah lain, itu saya tidak tahu persis. Tentu Cherry sendiri yang tahu, karena yang melakukan kalkulasi,” papar pengurus Gaikindo itu.

Pabrikan yang berdiri sejak tahun 1960 itu pertama kali masuk ke Indonesia pada tahun 2006 dibawa oleh Indomobil Group. Mereka kemudian mendirikan perusahaan PT Unicor Prima Motor.

Namun, sejak akhir 2011, Indomobil ternyata sudah tidak menaungi lagi Cherry Automobile di Indonesia. Sehingga sejak awal tahun 2021, bisnis Cherry dikelola oleh PT Cherry Mobil Indonesia.

Chery QQ, salah satu mobil buatan Chery yang pernah dijual di Indonesia – dok.Auto Guide

Hanya, penjualannya terus menyusut hingga tahun 2013. Namun setelah itu, tak ada lagi laporan penjualan ke Gaikindo, dan tahun 2016 nama Cherry menghilang dari daftar anggota Gaikindo. (Jrr/Swe/Aa)