Penjualan Mobil Listrik Toyota di Amerika Anjlok 17,3%

0
1405
Toyota RAV4 hybrid di Amerika Serikat - dok.CarAdvice

California, Mobilitas – Toyota Motor wilayah Amerika Utara, melaporkan hasil penjualan sepanjang semester pertama tahun 2022 ini. Hasilnya, total penjualan selama Januari hingga Juni itu mencapai 1.045.697 unit.

Menurut keterangan Asosiasi Diler Mobil Amerika Utara (NADA) yang dikutip Mobilitas, Jumat (22/7/2022) jumlah tersebut anjlok hampir 20% dibanding total penjualan yang berhasil dihimpiun selama periode sama tahun 2021. Sepanjang kuartal kedua (April hingga Juni 2022) total penjualan mobil pabrikan asal Jepang itu sebanyak 531.105 unit anjlok 23% dibanding kuartal kedua tahun 2021.

Data juga memperlihatkan selama kuartal kedua itu penjualan mobil berteknologi elektrifikasi (yang secara umum disebut mobil listrik) merek Toyota dan Lexus – yang terdiri dari mobil hybrid (HEV), plug-in hybrid (PHEV), mobil listrik murni atau baterai (BEV), serta mobil listrik berbahan bakar hidrogen (FCEV) – juga ambrol.

Totalnya 133.475 unit, alias ambrol 17,3% dibanding jumlah penjualan selama April hingga Juni 2021.

Rinciannya, penjualan mobil listrik merek Toyota sebanyak 121.749 unit ambrol 17,6% dibanding periode sama tahun 2021. Sedangkan penjualan mobil elektrifikasi merek Lexus 11.726 unit, atau ambrol 14,3% dibanding periode sama tahun lalu.

Ilustrasi, mobil listrik murni atau BEV pertama yang diproduksi oleh Toyota, yakni Toyota bZ4X – dok.Japan Forward

Sementara itu, data di Asosiasi Industri Otomotif Dunia yang dinukil Mobilitas, Jumat (22/7/2022) menunjukkan, mobil listrik Toyota bZ4x yang diluncurkan di Negeri Paman Sam itu pada Mei lalu, hingga Juni terjual sebanyak 260 unit. Rinciannya, selama Mei mobil ini laku sebanyak 61 unit dan pada Juni 199 unit.

Sebelumnya, seperti dilaporkan Reuters, Jumat (24/6/2022) Toyota Motor Corporation (Toyota) akan menarik (recall) 2.700 unit Toyota bZ4X di dunia. Pasalnya, baut roda didapati cacat produksi dan menyebabkan ban rawan copot.

Jumlah mobil yang akan di-recall yakni 2.700 unit itu, 2.200 unit di antaranya berada di Eropa. Kemudian 260 unit di Amerika Serikat, 20 unit di Kanada, dan 110 unit di Jepang. (Din/Aa)