Penjualan Toyota Alphard di Jepang Ambrol, di RI Seperti Ini

0
1437
Toyota Alphard - dok.Istimewa

Jakarta, Mobilitas – Penjualan mobil di Jepang sepanjang Januari hingga Maret tahun ini tercatat melorot dibanding kurun waktu yang sama di tahun 2021 lalu. Padahal, di periode yang sama tahun 2021 lalu, penjualan masih merangkak naik dibanding Januari hingga Maret tahun sebelumnya.

Data dari Japan Automobile Dealer Association (JADA) dan Japan Automobile Manufacturer Association (JAMA) yang dinukil Mobilitas, Sabtu (9/4/2022) menunjukkan, di tiga bulan pertama tahun ini, total penjualan mobil sebanyak 1.197.229 unit. Sementara, di tahun 2021 sebanyak 1.429.743 unit, dan tahun sebelumnya 1.371.726 unit.

Selama Januari – Maret tahun ini, Toyota masih bertengger di urutan pertama dalam daftar merek terlaris, dengan total penjualan sebanyak 364.153 unit. Namun, volume penjualan yang dikoleksi pada tahun ini ambles 17,2% dibanding tahun lalu.

Toyota Alphard – dok.Shutterstock

Penjualan sejumlah model Toyota membukukan penjualan yang melorot dibanding tahun sebelumnya. Salah satunya adalah, MPV premium Toyota Alphard, yang merupakan salah satu model global Toyota.

Fakta berbicara, selama tiga bulan atau kuartal pertama tahun ini, MPV ini hanya terjual sebanyak 18.781 unit. Jumlah ini ambrol 44,9%. Bahkan, selama Maret saja penjualannya hanya 9.587 unit alias anjlok 31,5%.

Ternyata, muramnya penjualan Toyota Alphard juga terjadi di Indonesia, khususnya dalam penjualan ke diler (wholesales). Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) yang disitat Mobilitas, Sabtu (9/4/2022) menunjukkan, tidak ada laporan wholesales dari MPV itu.

Kabin Toyota Alphard 2021 – dok.Istimewa

Data wholesales terakhir, yakni pada Desember 2021, memperlihatkan Alphard hanya terjual sebanyak 7 unit. Sedangkan dalam penjualan ke konsumen (ritel) di bulan Januari Alphard terjual sebanyak 62 unit.

Jumlah ini merosot tajam dibanding jumlah penjualan ritel yang dikantonginya pada bulan Desember 2021, yang sebanyak 262 unit. Bahkan, lebih buruk dibanding penjualan selama bulan Januari 2021 yang masih sebanyak 93 unit.

Fakta juga berbicara, sejak tahun 2016 volume unit Toypta Alphard yang didistribusikan mengalami pasang surut. Tercatat di tahun 2016 total wholesales Toyota Alphard sebanyak 2.110 unit.

Kemudian tahun berikutnya 4.126 unit, tahun 2018 mencapai 4.118 unit, tahun 2019 naik menjadi 4.151 unit. Lalu di tahun 2020 menyusut menjadi 2.490 unit, namun di tahun 2021 menanjak lagi menjadi 3.314 unit.

Toyota Alphard yang dipasarkan di Indonesia – dok.Istimewa via Toyota Makassar

Ihwal kosongnya wholesales di bulan pertama 2022 itu, Marketing Director PT Toyota Astra Motor (TAM) menyebut sepanjang tahun 2021 lalu penjualan ke diler MPV mewah itu memang sempat terhambat.

“Ini dikarenakan krisis pasokan chip (semikonduktor) ke pabrik Toyota di Jepang. Toyota terpaksa menutup sementara operasional pabrik di pertengahan tahun ini, dan kemudian berlanjut sampai akhir tahun 2021, bahkan sampai awal 2022,” papar dia dalam konferensi pers virtual di Jakarta, Kamis (17/2/2022). (Din/Aa)