Rahasia di Balik Moncernya Penjualan Piaggio di Thailand

0
1196
Vespa edisi khusus - dok.Istimewa

Bangkok, Mobilitas – Skuter ikonik asal Italia, Vespa – yang merupakan produksi dari Piaggio Group – mulai kembali menggarap pasar Thailand pada tahun 2010. Sejak itu, penjualannya terus merangkak naik dan mengantarkan Piaggio menjadi salah satu dari lima merek papan atas di Negeri Gajah Putih, dalam hal penjualan.

Tahun 2013, Federasi Industri Otomotif Thailand (FTI) mencatat, di tahun awal mulai berjualan (tahun 2010), agen pemegang merek Piaggio di Thailand – Vespiario – membukukan penjualan sebanyak 1.000 unit. Lalu di tahun 2011 meningkat menjadi 3.000 unit, dan di tahun 2012 melonjak menjadi 6.000 unit.

Ternyata, ngejoss-nya laju penjualan tak hanya berhenti di tahun 2012 saja, sebaliknya terus melaju di tahun-tahun berikutnya. Meski, tingkat atau volume penjualan juga mengikuti dinamika pasar.

Vespa S 125 i-Get di Thailand – dok.Youtube

Singkat cerita, catatan kinerja penjualan Piaggio yang mencorong terus berlanjut hingga tahun 2021 ini. Khususnya, di bulan Januari hingga Mei atau lima bulan pertama tahun ini.

Hasil riset Motorcycles Data yang dirilis belum lama ini memperlihatkan, selama periode tersebut total penjualan sepeda motor di Thailand mencapai 713.444 unit, menanjak 17,5% dibanding penjualan selama periode sama tahun 2020. Meski, dibanding lima bulan pertama tahun 2019, penjualan ini menciut 1,4%.

Piaggio di tiga besar
Sepanjang waktu itu motor buatan Honda mendominasi pasar dengan total penjualan 558.240 unit, atau naik 17,9% dibanding tahun 2020. Sekondan sekaligus pesaing berat Honda – yakni Yamaha – bercokol di urutan kedua, dengan total penjualan 108.888 unit, naik 18,4% dibanding penualan di periode sama tahun lalu.

Pada saat yang sama, Piaggio bertengger di urutan ketiga, setelah berhasil mengantongi angka penjualan13.009 unit atau naik 14,2% dibanding lima bulan pertama 2020. Merek asal Pontedera, Italia, ini pun bersemayam di daftar tiga besar produsen dengan penjualan terbanyak di Thailand.

Vespa Limited Edition dalam rangka ulang tahun ke-75- dok.Istimewa

Menariknya, bukan tahun ini saja Piaggio masuk dalam tiga besar. Tahun 2020 pun demikian, bahkan di sepanjang tahun.

Lagi-lagi, data FTI maupun hasil riset Motorcycle Data menunjukkan sepanjang tahun 2020, motor Honda terjual 1,18 juta unit di negara itu. Meski, penjualan ini ambles 9,7% dibanding penjualan sepanjang tahun 2019.

Yamaha pun demikian. Meski mengantongi jumlah penjualan 239.531 unit, namun penjualan merek berlambang garputala itu juga ambles hingga 10,9%. Tetapi, sebaliknya, penjualan Piaggio malah naik 18,9%, dengan total motor yang terlego sebanyak 28.105 unit.

Ilustrasi, Vespa Primavera 150 Picnic-dok.Istimewa

Bertengger di urutan ketiga terlaris laias tiga besar di tahun itu, Piaggio mengungguli penjualan sepeda motor merek lokal, GPX. Saat itu merek ini mengantongi angka penjualan 14.457 unit atau ambrol hingga 25,8%.

Strategi penjualan
Meski tak disebutkan secara terang-terangan, namun Piaggio disebut para analis industri di Thailand memiliki strategi penjualan yang unik dan terbukti mampu menyentuh para konsemen. Padahal, harga skuter Piaggio – dengan besaran kubikasi mesin yang sama – dibanding merek lain jauh lebih mahal.

Sebagai gambaran, pada tahun 2013, Bangkok Post melaporkan harga skuter Vespa mulai dari 89.000 baht untuk model 125cc. Sedagkan model 150cc banderolnya 109.000 dan 116.000 baht, sementara yang 300cc mencapai 300.000 baht.

“Sebagai perbandingan, skuter lmerek ain berharga 50.000 hingga 60.000 baht untuk mesin yang berkapasitas sama,” tulis media itu.

Nyatanya, penjualan terus melaju. Bahkan Vespiario sendiri tak menyangka laju penjualan bakal sekencang itu. “Kami awalnya mengira Vespa hanya ceruk pasar kecil, tetapi sekarang menjadi lebih dari pasar premium massal, dengan penjualan yang meningkat setiap tahun,” kata Managing Director Vespiario, Pornada Tejapaibul, kala itu.

Managing Director Vespiario, Pornada Tejapaibul – dok.Youtube

Dia tak menampik Vespa yang diimpor dari Vietnam – karena Piaggio Group memproduksinya di negara itu – mendapatkan keuntungan dari perjanjian perdagangan regional Asean. Sehingga harganya juga lebih bersaing.

Kedua, agen pemegang merek Piaggio di Thailand itu terus membuat formulasi pembiayan kredit yang ringan namun tidak berisiko. Uang muka cukup 10% dengan angsuran yang kurang dari 3.000 baht saban bulan.

“Hasilnya pembeli potensial dengan gaji bulanan 15.000 hingga 20.000 baht dapat membeli Vespa,” ungkap seorang analis industri Shuaropit Sanganetra.

Vespa versi Limited Edition 75 Tahun – dok.Istimewa

Tetapi, lanjut dia, yang tak kalah hebat adalah cara Piaggio di Thailand dalam mengokunikasikan produk. Skuter ini terus dikomunikasikan sebagai tunggangan kalangan menegah atas yang mengedepankan gaya hidup.

Hal ini pas dengan kondisi Thailand, dimana dari 69 juta jiwa penduduknya, sebagian besar berusia muda. “Jadi kendaraan ini dipersepsikan bukan sekadar tunggangan, tetapi juga bagian dari gaya hidup. Itulah yang diingini kalangan muda mapan,” ucap Sanganetra. (Swe/Aa/Berbagai sumber)