Robin Zeng, Anak Desa Miskin yang Jadi Juragan CATL

0
4423
Robin Zeng, anak dari desa miskin di Ningde yang kini menjadi orang terkaya kedua di Cina - dok.Inf.News

Ningde, Mobilitas – Nama Contemporary Amperex Technology Co. Limited (CATL) kini telah ngetop di berbagai belahan dunia, seiring dengan mulai dikenalnya kendaraan listrik oleh masyarakat. Pabrikan pembuat baterai listrik yang berdiri tahun 1999 di Ningde, Fujian, Cina, itu kini telah menjadi produsen baterai terbesar sejagat.

Hasil penelitian yang dilakukan lembaga konsultan SNE Research memperlihatkan, hingga September tahun ini CATL telah mencengkeram 32,5% pangsa pasar baterai listrik dunia. Perusahaan ini bahkan mengalahkan pabrikan kondang asal Korea Selatan dan Jepang yakni LG Energy Solution dan Panasonic, yang masing-masing menggenggam pangsa pasar 21,5%, dan 14,7%.

Bahkan, nama beken seperti BYD pun jauh ditinggalkannya karena hanya mampu mencuil “kue” pasar sebesar 6,9%. Begitu pula Samsung SDI yang cuma sanggup meraup pangsa pasar 5,4%, dan SK Innovation yang mencomot 5,1%.

CATL, kini menjadi pemasok baterai sejumlah pabrikan mobil listrik kondang. Salah satunya Tesla Motors Inc – dok.Tesmanian

Keberhasilan CATL tak bisa dilepaskan dari kepiawaian dan kerja keras sosok pendirinya, Zeng Yuqun (yang juga dikenal sebagai Robin Zeng). Pria yang lahir di sebuah desa miskin di Ningde, Maret 1968, itu tak hanya mendirikannnya tetapi juga mengatur strategi CATL termasuk menggaet pelanggan tetap.

Setelah belajar teknik kelautan di universitas Shanghai, pada tahun 1991 Zeng bekerja di perusahaan asal Jepang yang beroperasi di Cina, TDK. Perusahaan ini memproduksi bahan-bahan kimia baterai.

Setelah sembilan tahun, pada 1999, Zeng mengundurkan diri. Bersama teman-temannya yang ahli bahan kimia baterai dia mendirikan perusahaan Amperex Technology Limited (ATL). Perusahaan ini memasok baterai lithium-kobalt untuk ponsel, camcorder, dan elektronik konsumen portabel lainnya ke berbagai pabrikan.

Robin Zeng bersama petinggi Daimler dalam kesepakatan pasokan baterai listrik untuk truk buatan Daimler – dok.eVehicle Technology

Pada awalnya kiprahcemerlang. Namun, di tahun 2005 AT kesulitan keuangan, sehingga diakuisisi oleh TDK Jepang, meski Zeng tetap menjadi karyawan dan didapuk sebagai manajernya.

Tetapi, kondisi berbalik enam tahun kemudian. Di tahun 2011 TDK kesulitan keuangan sehingga melego ATL. Dan pada saat itu mengizinkan sejumlah investor Cina yang dipimpin oleh Zeng untuk mengakuisisi 85% saham ATL.

Ilustrasi, baterai mobil listrik – dok.CAR Magazine

Terkaya kedua di Cina
Kesepakatan pun terjadi, dan nama perusahaan itu diubah menjadi Contemporary Amperex Technology Co. Limited (CATL) di tahun itu juga. Ternyata jurus ini tokcer, terbukti BMW sepakat menjadi pelanggan utama, beralih dari pemasok baterai di Massachusetts dan Michigan ke perusahaan anyar itu.

Pada tahun 2012, Zeng dan wakilnya Huang Shilin memisahkan operasi baterai mobil listrik ATL menjadi perusahaan baru CATL. Pada tahun 2017, perusahaan go public di Bursa Efek Shenzhen untuk meraup fulus yang digunakan untuk melakukan ekspansi produksi.

Lagi-lagi, di sinilah peran penting Zeng terlihat. Kepiawaian anak seorang nelayan di desa miskin itu dalam menjalankan bisnis baterai itu terbukti tajam. Sehingga, para pemegang saham pun sepakat mengukuhkannya sebagai Chairperson alias bos besar CATL.

Robin Zeng saat petesmian pabrik baru CATL di Jerman- dok.The Peninsula Qatar

Seiring dengan peran sebagai pendiri dan jabatannya itu, porsi saham yang dia miliki juga terus bertambah menjadi 24,54%. Bahkan fulus yang masuk ke pundi-pundinya dari keuntungan CATL yang kian “mencorong” dalam bisnis mobil listrik pun kian mengembung. Zeng telah masuk ke jajaran orang tertajir di Cina bahkan dunia.

Bahkan Forbes di tahun 2021 ini menobatkannya sebagai orang terkaya kedua di Cina dengan kekayaan bersih (per Juli 2021) US$ 60,9 miliar. Dia menyalip pendiri ByteDance, Zhang Yiming, yang berkekayaan US$ 59,4 miliar.

Robin Zeng disebut Forbes memiliki kekayaan bersih senilai US$ 60 miliar lebih di tahun 2021 ini – dok.Forbes

Posisinya persis di bawah Zhong Shanshan – bos besar perusahaan air minum dalam kemasan Nongfu Spring- yang memiliki kekayaan bersih senilai US$ 75,7 miliar. Perjuangan dan kerja keras anak dari desa miskin di Ningde itu telah berbuah manis.(Aa/Berbagai sumber)