Seberapa Laku Mobil Cina dan Korea di Indonesia? Ini Faktanya

0
1340
Mobil Hyundai di sebuah showroom yang berlokasi di pusat perbelanjaan kondang di Karawaci Tangerang - dok.Mobilitas

Jakarta, Mobilitas – Penjualan kendaraan bermotor roda empat atau lebih (yang secara umum disebut sebagai mobil) sepanjang Januari – Juni tahun ini meningkat bulan yang sama di tahun lalu.

Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) yang dikutip Mobilitas, Kamis (28/7/2022) menunjukkan selama semster pertama tahun ini penjualan mobil ke diler (wholesales) mencapai 475.321 unit atau naik 20,8% dibanding periode sama tahun lalu. Sementara penjualan ke konsumen (ritel) sebanyak 465.252 unit, naik 20% dibanding periode sama tahun lalu yang sebanyak 387.844 unit.

Fakta menarik dari data ini adalah apa yang telah dicapai oleh pabrikan asal Republik Rakyat Cina (Cina) dan Korea Selatan (Korea). Maklum di pasar yang lebih dari 90% dicengkeram pabrikan Jepang itu, mereka tak hanya harus berhadapan dengan sang penguasa tetapi juga di antara mereka.

Data Gaikindo memperlihatkan wholesales pabrikan Cina yakni Wuling selama enam bulan pertama tahun ini mencapai 11.261 unit atau 2,6% dibanding semester tahun lalu. Lalu, Dongfeng Sokon (DFSK) 1.441 unit melorot 4,3%, Morris Garage (MG) 438 unit atau ambles 25,8%, dan FAW 110 unit, naik 66,7%.

MG HS vang dijajakan di Indonesia – dok.Istimewa

Pada saat yang sama pabrikan asal Korea, Hyundai mengantongi angka wholesales sebanyak 11.282 unit. Jumlah ini meroket hingga 745,1% dibanding periode sama 2021.
Namun nasib saudaranya, Kia, justeru sebaliknya dengan wholesales yang ambrol hingga 58,9%. Totalnya hanya 731 unit.

Kondisi yang kurang lebih sama terjadi dalam penjualan ritel. Berikut faktanya:
Mobil Cina:
Wuling: 10.721 unit (naik 5,2%)
DFSK: 2.233 unit (ambles 51,6%)
MG: 426 unit (ambles 22,1%)
FAW: 110 unit (naik 66,7%)

Mobil Korea:
Hyundai: 9.434 unit (meroket 681%)
Kia: 770 unit (ambrol 50,6%)
Sumber: Gaikindo, 2022. (Din/Aa)