Tahun 2030 Resmi Izinkan Mobil Terbang, Begini Persiapan Jepang

0
704
Mobil Terbang buatan Joby Aviation - dok.eVTOL.News

Tokyo, Mobilitas – Pemerintah Jepang berharap mobil terbang diluncurkan dalam skala penuh di daerah perkotaan di negeri itu, pada tahun 2030-an. Karena mampu lepas landas dan mendarat secara vertikal tanpa landasan panjang, mobil terbang menjadi pilihan transportasi yang nyaman tanpa kemacetan.

Namun, seperti dilaporkan Nikkei, belum lama ini, pemerintah Negeri Matahari Terbit itu mengklasifikan kendaraan ini secara hukum sebagai pesawat terbang. Oleh karena itu, dibutuhkan undang-undang baru untuk memungkinkan pengoperasiannya.

Jepang akan mulai mengerjakan undang-undang baru tersebut pada awal Juni tahun ini. Sehingga memungkinkan penumpang di sedan taksi terbang yang melonjak pada saat digelarnya World Exposition di Osaka pada tahun 2025 nanti.

Mobil terbang – dok.BBC

Pameran tersebut dimaksudkan sebagai wahana sosialisasi sekaligus persiapan menuju pemasyarakatan mobil terbang sebagai sarana transportasi yang legal. Pemerintah dan pemangku kepentingan di industri ini ingin menggunakan pameran tersebut untuk mempromosikan teknologi mutakhir dan memuluskan jalan guna adopsi sarana transportasi itu dalam kehidupan nyata.

“Oleh karena itu, sebuah kelompok kerja dari kalangan swasta umum akan diresmikan pada awal Juni tahun ini untuk menyusun rencana penggunaan kendaraan, termasuk aturan rinci mengenai landasan peluncuran dan seberapa tinggi mobil dapat melaju,” tulis Nikkei.

Kementerian Ekonomi, Perdagangan, dan Industri serta penyelenggara pameran akan memimpin diskusi. Selain kementerian transportasi, pemerintah metropolitan Osaka, sejumlah produsen mobil terbang seperti Toyota Motor, Joby Aviation yang berbasis di Amerika Serikat, dan Volocopter Jerman dijadwalkan hadir.

Mobil terbang – dok.The Tangle

Pameran ini diharapkan menampilkan model berawak dan tak berawak dari beberapa pabrikan, yang peserta dapat diberi kesempatan untuk mencoba sendiri.

Potensi pasar menggiurkan
Mobil terbang juga diharapkan dapat digunakan sebagai taksi udara untuk mengangkut penumpang antar kota, dalam pariwisata, dan dalam berbagai aplikasi lainnya. Jepang membayangkan penggunaan kendaraan sebagian besar untuk mengangkut kargo mulai tahun 2023.

Meski, langkah Jepang ini terbilang tertinggal oleh Amerika Serikat, Cina, dan Eropa dalam hal pengembangan kendaraan terbang. Joby – perusahaan di Amerika Serikat – bahkan telah mengumpulkan dana US$ 394 juta dari Toyota untuk pengembangan mobil dan membeli bisnis taksi terbang Uber.

Mobil Terbang buatan startup asal Cina EHang saat dipamerkan di sebuah pameran – dok.China Daily

Volocopter bertujuan untuk meluncurkan taksi udara di Singapura pada tahun 2023 nanti. Sementara, startup Cina EHang tahun lalu menyatakan tengah membangun fasilitas produksi massal untuk mobil terbang.

Jika pabrikan berlomba mengembangkan mobil terbang itu sangat wajar, sebab potensi pasanya sangat menggiurkan. Menurut perkirakan Morgan Stanley – sebuah bank investasi dan broker retel yang berbasis di New York, Amerika Serikat- nilai pasar global mobil terbang ini dapat mencapai US$ 1,5 triliun pada tahun 2040 nanti.Woww…. (Swe/Aa)