Beijing, Mobilitas – Bayerische Motoren Werke (BMW) menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI) buatan perusahaan e-commerce, ritel, Internet, kecerdasan buatan (AI), dan teknologi lokal Cina, Alibaba. Teknologi AI bernama Tongyi dipasang di sejumlah model BMW yang dipasarkan di Negeri Tirai Bambu itu.
Laporan The People Daily dan Autohome yang dikutip Mobilitas di Jakarta, Selasa (2/4/2025) menyebut BMW berupaya untuk bisa cepat melakukan integrasi kecerdasan buatan dalam teknologi dan produaknya.
’Tujuannya, tentu tidak ingin tergilas persaingan yang semakin ketat di semua segmen pasar mobil di Cina. Karena teknologi AI yang digunakan tersebut menjdi sebuah asisten pribadi bagi pengemudi. Sehingga menjadi keunggulan kompetitif tersendiri. Tekinologi menjdi ujung tombak persaingan di Cina,” ungkap analis industri di Bursa Saham Shanghai, Rorbert Wang, yang dikutip Macau Business.
Kabarnya, teknologi AI tersebut mulai digunakan mobil BMW pada tahun 2026 di model Neue Klasse BMW yang diproduksi di Cina. Fitur berbasis teknologi tersebut menghadirkan pengalaman interaktif yang lebih alami, cerdas, dan intuitif.
“Kokpit cerdas imersif BMW dengan interaksi mobilitas pintar yang dikembangkan bersama Alibaba akan diluncurkan di pameran otomotif Shanghai 2025 pada bulan April ini,” ujar seorang sumber di BMW Cina.
Kolaborasi antara BMW dengan Alibaba ini bukanlah kali pertama terjadi, karena mereka telah melakuknny sejak tahun 2015. Selama satu dekade terakhir, kemitraan mereka dalam inovasi digital telah berkembang dari komputasi awan (cloud), konektivitas cerdas, manufaktur cerdas hingga teknologi AI termutakhir.
Sekadar informasi, dalam beberapa tahun terakhir penjualan mobil BMW di Cina terus menghadapi tantangan berat. Termasuk, di tahun 2025 khususnya pada periode Januari – Februari.
Data Asosiasi Pabrikan Mobil Cina (CAAM) yang dikutip Mobilitas di Jakarta, Selasa (2/4/2025) menunjukkan sepanjang dua bulan pertama 2025 itu mobil BMW yang terjual ke konsumen (penjualan ritel) di Cina hanya sebanyak 74.053 unit. Jumlah ini anjlok 30 persen dibanding periode sama di tahun 2024. (Din/Aa)
Mengawali kiprah di dunia jurnalistik sebagai stringer di sebuah kantor berita asing. Kemudian bergabung dengan media di bawah grup TEMPO Intimedia dan Detik.com. Sejak 2021 bergabung dengan Mobilitas.id