Wuling Mulai Produksi Mobil Listrik Hongguang di RI Tahun 2022

0
3576
Mobil listrik murah asal Cina, Wuling Hongguang - dok.Youtube

Guangzhou, Mobilitas – Produsen mobil yang merupakan kongsi antara SAIC Motor dengan General Motors (GM) dan Wuling Automobile (SGMW) atau biasa dikenal dengan nama Wuling Motors disebut mulai meluncurkan varian baru mobil listrik Wuling Hongguang di luar negeri pada tahun 2022 nanti. Indonesia disebut sebagai tempat produksi mobil tersebut di luar Cina.

Seperti dilaporkan China Daily, Kamis (16/9/2021) informasi itu diungkap salah seorang top eksekutif Wuling Motors, Shao Jie, dalam World New Energy Vehicle Congress yang berlangsung di Beijing, Cina, Kamis (16/9/2021). Dia mengatakan, mobil listrik mungil Wuling Hongguang merupakan mobil listrik terlaris di Cina dan mengalahkan mobil listrik paling populer di dunia, yakni Tesla Model 3.

Sejak diluncurkan pada tahun 2020, lebih dari 370.000 unit Wuling Hongguang yang telah dikirim ke pembeli di Negeri Tirai Bambu itu. Shao Jie menyebut diler-diler Wuling yang berada di lebih dari 70 negara saat ini, telah menunjukkan minat mereka pada model yang dibangun di atas platform GSEV (Wuling Honggung Mini EV) tersebut.

Mobil listrik baterai buatan SGMW, Wuling Hong Guang Mini EV – dok.Istimewa via Carscoops

“Mulai tahun 2022, kami akan meluncurkan beberapa model (mobil listrik) yang dibangun di atas platform GSEV itu secara bersamaan di pasar Cina dan luar negeri,” kata Shao kepada China Daily.

Hanya, dia tak mau menyebut di negara mana saja – di luar Republik Rakyat Cina – mobil itu mulai dipasarkan. Tetapi, dia menegaskan Wuling menjadwalkan untuk mulai diproduksi di pabriknya di Indonesia pada akhir tahun 2022 nanti.

Anak perusahaan SGMW di Indonesia, kata dia, juga membantu merancang standar sesuai kebijakan industri mobil listrik di lokal, terutama di Asia Tenggara dimana mobil itu bakal dijajakan. Shao Jie juga menyinggung salah satu alasan menyodorkan mobil bertenaga setrum itu di kawasan regional ini, yakni karena negara-negara di Asia Tenggara kini tengah mempercepat peralihannya menuju elektrifikasi.

“Kami akan berpartisipasi aktif dalam penyusunan kebijakan New Energy Vehicle (NEV) – atau mobil listrik – dengan standar industri yang relevan. Dan kami akan berbagi pengalaman kami di segmen ini dengan pemerintah Indonesia untuk mendorong pengembangan lokal segmen tersebut,” bunyi pernyataan SGMW di awal tahun 2021 lalu.

Langkah ini klop dengan arah kebijakan Indonesia – yang dinilai sebagai pasar kendaraan terbesar di Asia Tenggara – yang mengharapkan pabrikan otomotif untuk memulai produksi mobil listrik mulai tahun 2022 nanti. Bahkan, pemerintah Indonesia juga telah mematok target produksi mobil listrik sudah mencapai 20% dari total produksi mobil pada tahun 2025 mendatang. (Vto/Aa)