Mobility

Xiaomi SU7 Kecelakaan Renggut Tiga Korban Jiwa, Diduga Terkait Mode Autopilot

×

Xiaomi SU7 Kecelakaan Renggut Tiga Korban Jiwa, Diduga Terkait Mode Autopilot

Share this article
Mobil listrik Xiaomi SU7 yang kecelakaan di Cina yang diduga terkait fitur Auto PIlot - dok. The South China Morning Post

Beijing, Mobilitas – Mobil listrik Xiaomi SU7 mengalami kecelakaan di Cina pada Sabtu (29/3/2025) yang mengakibatkan tiga orang meninggal dunia. Kejadian ini tidak lama terjadi setelah mobil itu meraih skor tertinggi (bintang lima) dari China New Cars Assessment Programme (C-NCAP).

Laporan Global Times yang dikutip Mobilitas di Jakarta, Kamis (3/4/2025) menyebut dalam kecelakaam yang diduga karena ada masalah mode mengemudi bernama Smart Navigate on Autopilot itu menelan korban perempuan muda. “Mereka tengah melaju dengan kecepatan 116 kilometer per jam,” bunyi laporan media tersebut.

Sementara itu, CEO Xiaomi Lei Jun, mengatakan Xioami ikut berbelasungkawa dan simpati yang mendalam kepada keluarga korban. Dia juga menegaskan, Xiaomi telah membentuk satuan tugas khusus untuk melakukan investigasi, termasuk mendatangi lokasi kejadian pada Minggu (30/3).

Xiaomi SU7 – dok.Istimewa

“Semua data terkait mobil SU7 keluaran Xiaomi itu juga sudah diserahkan kepada kepolisian. Meskipun kami belum mendapatkan akses untuk memeriksa mobil yang dipakai saat kecelakaan karena masih dalam penyelidikan polisi. Dengan begitu, perusahaan belum bisa menjawab sejumlah pertanyaan terkait kecelakaan mobil tersebut,” tandas Lei Jun.

Sekadar informasi, Xiaomi SU7 merupkan mobil listrik yang masuk dalam daftar mobil setrum paling populer di Negeri Tirai Bambu, dan permintaan atau pesanannya terus mengalir. Termasuk pada tahun 2025 ini.

Data Asosiasi Pabrikan Mobil Cina (CAAM) yang dikutip Mobilitas di Jakarta, Kamis (3/4/2025) menunjukkan, sepanjang Januari – Februari 2025, total penjualan dari dealer ke konsumen (penjualan ritel) yang dibukukan Xiaomi SU7 mencapai 46.772 unit. Namun jumlah ini belum bisa dibandingkan dengan periode sama di tahun lalu belum dijual. (Din/Aa)

Mengawali kiprah di dunia jurnalistik sebagai stringer di sebuah kantor berita asing. Kemudian bergabung dengan media di bawah grup TEMPO Intimedia dan Detik.com. Sejak 2021 bergabung dengan Mobilitas.id